Sejarah Prodi
Sejarah berdirinya Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha di STABN Raden Wijaya Wonogiri tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang institusi ini dalam mengembangkan pendidikan tinggi keagamaan Buddha di Indonesia. Pada awal pendiriannya, lembaga ini masih berstatus swasta dengan nama Sekolah Tinggi Agama Buddha Nusantara. Pada masa tersebut, penyelenggaraan pendidikan masih terbatas pada tiga program studi, yaitu Dharmacarya, Dharmaduta, dan Kepanditaan, yang berfokus pada pembinaan tenaga keagamaan Buddha.
Perkembangan kelembagaan mengalami titik penting pada tahun 2011, ketika lembaga ini resmi bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2011. Perubahan status ini menjadi tonggak penguatan kelembagaan sekaligus membuka peluang pengembangan program studi yang lebih luas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan tersebut, pada tahun 2018 diterbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 1092 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha. Izin ini menjadi dasar hukum berdirinya Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha sebagai salah satu program studi umum yang mengintegrasikan ilmu komunikasi dengan nilai-nilai ajaran Buddha.
Dalam perjalanannya, Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha terus menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi tata kelola maupun kualitas akademik. Pada tahun 2021, program studi ini berhasil memenuhi syarat akreditasi sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor 2072/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/IV/2021. Selanjutnya, pada bulan Desember 2021, Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha memperoleh peringkat akreditasi “Baik” berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 14059/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2021. Capaian ini menjadi indikator penting atas kualitas penyelenggaraan pendidikan yang terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Selain itu, perkembangan program studi juga tercermin dari peningkatan jumlah mahasiswa yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Sejak angkatan pertama pada tahun 2019 dengan jumlah 15 mahasiswa, terjadi peningkatan pada angkatan kedua tahun 2020 menjadi 25 mahasiswa, dan angkatan ketiga tahun 2021 sebanyak 33 mahasiswa. Pada tahun 2022, jumlah mahasiswa angkatan keempat tercatat sebanyak 28 mahasiswa. Peningkatan kembali terlihat pada angkatan kelima tahun 2023 dengan 48 mahasiswa, diikuti lonjakan signifikan pada angkatan keenam tahun 2024 sebanyak 75 mahasiswa, dan angkatan ketujuh tahun 2025 yang mencapai 78 mahasiswa.
Peningkatan jumlah mahasiswa ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha serta kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh STABN Raden Wijaya Wonogiri. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi program studi untuk terus meningkatkan mutu akademik, relevansi kurikulum, serta daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Dengan demikian, Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha di STABN Raden Wijaya Wonogiri tidak hanya tumbuh sebagai program studi baru, tetapi juga berkembang secara progresif menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ilmu komunikasi berbasis nilai-nilai Buddhis di Indonesia.