Isi Libur Semester dengan Aksi Nyata, Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Magang di KPU Wonogiri

Wonogiri — Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, yaitu Puri Apriliani, Sakha Dzaky Sutrisno, dan Zahra Shabrina Fauzia, memanfaatkan masa libur pergantian semester dengan mengikuti program magang di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri. Ketiganya yang tercatat sebagai mahasiswa semester 4 dan akan memasuki semester 5 menjalani magang tersebut selama satu bulan, terhitung sejak 1 Juli 2026 hingga 1 Agustus 2026.

Puri Apriliani, salah satu peserta magang, menjelaskan bahwa keikutsertaan dirinya bersama rekan-rekannya dilandasi keinginan untuk mengisi waktu libur dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menambah pengalaman. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, KPU dinilai menjadi tempat yang tepat untuk mempelajari cara sebuah lembaga publik berkomunikasi dengan masyarakat. “Ternyata setelah dijalani, pengalamannya jauh lebih banyak dari yang kami bayangkan. Kami tidak hanya melihat proses kerja di balik layar, tapi juga diberi kesempatan untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.

Selama menjalani magang, Apriliani ditempatkan di Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan fokus kegiatan pada pengelolaan media sosial KPU Wonogiri, mulai dari mencari ide konten, menyusun caption, hingga merancang konsep konten yang lebih dekat dengan kalangan anak muda. Momen paling berkesan baginya muncul ketika berbagai ide yang disampaikan benar-benar didengarkan dan diapresiasi oleh pihak KPU.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Apriliani turut dilibatkan dalam kerja-kerja komunikasi publik KPU, khususnya di bidang media sosial, dengan membantu membuat konten edukasi kepemiluan yang dikemas menggunakan bahasa yang lebih ringan dan mudah dipahami masyarakat. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pembuatan konten di lembaga publik tidak hanya menuntut daya tarik visual, tetapi juga akurasi dan pertanggungjawaban informasi.

Tantangan terbesar yang dihadapi Apriliani selama magang adalah menyusun konten kepemiluan yang tetap menarik bagi generasi muda. Tantangan tersebut diatasi dengan mengamati tren yang sedang berkembang, kemudian menyesuaikannya dengan gaya komunikasi KPU. Diskusi rutin bersama pembimbing dan sesama peserta magang juga dilakukan supaya hasil konten tetap kreatif tanpa mengurangi substansi informasi yang disampaikan.

Terkait komunikasi publik KPU, Apriliani menilai bahwa informasi penting sesungguhnya telah banyak disampaikan kepada masyarakat, meski penyampaiannya dinilai dapat dibuat lebih dekat dengan kebiasaan anak muda, misalnya melalui video pendek, konten interaktif, atau pendekatan storytelling, sehingga informasi lebih mudah dipahami dan lebih menarik untuk diikuti.

Program magang ini memberikan pemahaman baru bagi Apriliani mengenai penerapan teori komunikasi dalam dunia kerja, sekaligus melatih kerja sama tim, keterbukaan menerima masukan, pengelolaan konten untuk lembaga publik, dan ketelitian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Di akhir wawancara, Apriliani berpesan kepada mahasiswa lain supaya tidak ragu untuk mencoba magang di instansi pemerintah karena banyak pengalaman baru yang dapat diperoleh, khususnya mengenai penerapan langsung ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Harapan turut disampaikan agar KPU terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dan menghadirkan komunikasi yang semakin dekat dengan generasi muda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top