Mahasiswa STABN Raden Wijaya Hadiri Sastra Saraswati Sewana Yatra: Pementasan Tari Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi dan Wayang Wong Tantri Nandaka Harana

Surakarta, 17 Juli 2026 — 20 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri menghadiri kegiatan Sastra Saraswati Sewana Yatra: Pasabhan Kabudayan Jawa dan Bali yang berlangsung dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerja sama dengan berbagai pihak, dalam rangka mendukung pelestarian, pengembangan, dan penguatan nilai-nilai budaya Nusantara.

Dari total 20 mahasiswa yang mendapatkan undangan, rombongan terdiri atas 15 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, 10 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan 5 mahasiswa Program Studi Pariwisata. Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan wawasan kebudayaan, spiritualitas, serta penguatan jejaring kelembagaan bagi sivitas akademika.

Rangkaian acara diawali dengan gamelan penyambutan sebagai pembuka kegiatan. Acara turut dihadiri oleh Mios Dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Kidung Pengarcana Sri Aji Kresna Kepakisan. Kemudian diisi dengan sambutan Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, A.A.G.N. Ari Dwipayana, serta sambutan Wali Kota Surakarta yang disampaikan melalui perwakilan karena Wali Kota berhalangan hadir. Rangkaian sambutan ditutup oleh K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X yang sekaligus membuka secara resmi jalannya kegiatan

Sepanjang kegiatan berlangsung, ditampilkan kesenian budaya Jawa dan Bali berupa Pementasan Tari Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi dan Pementasan Wayang Wong Tantri Nandaka Harana. Sebelum masing-masing pementasan dimulai, sinopsis pertunjukan terlebih dahulu dibacakan kepada para hadirin. Kegiatan Sastra Saraswati Sewana Yatra ini berlangsung dengan lancar dan khidmat hingga selesai.

Melalui penampilan Tari Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi dan Wayang Wong Tantri Nandaka Harana, diharapkan kekayaan budaya Jawa dan Bali dapat terus dilestarikan serta dikenal luas oleh generasi muda, sekaligus mempererat tali persaudaraan dan pemahaman lintas budaya antara kedua tradisi tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top